Transfer (Remittance) adalah jasa mengirimkan uang dari pemilik rekening satu ke pemilik rekening lainnya atau pemilik rekening yang sama, dari satu wilayah ke wilayah lainnya, baik dalam satu negara maupun lintas negara, dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing.

Remittance biasanya banyak digunakan di negara berkembang. Umumnya, penduduk negara berkembang banyak yang pergi ke luar negerinya untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan yang lebih layak. Penghasilan tersebut akan ia kirimkan ke negara asalnya melalui remittance.

Untuk negara berkembang, yang banyak mengirimkan tenaga kerja ke negara lain, remittance memberikan banyak keuntungan bagi pendapatan negara. Negara yang tercatat paling banyak menerima remittance yaitu India. Selain itu, ada pula China, Filipina, dan Meksiko.

Menurut data Bank Dunia pada tahun 2018, remittance sebanyak 466 miliar dollar dikirimkan ke negara berkembang. Apabila digabung dengan negara maju, total remittance yang diterima yaitu sebanyak 613 miliar dolar.

Di tahun 2019, diperkirakan jumlah remittance ini akan berkembang sebanya 3,7 %. Bagi negara berkembang yang memiliki penghasilan rendah, remittance memang menyumbang porsi besar bagi pendapatan negara.

Manfaat Remittance

Bagi beberapa negara di dunia, adanya remittance begitu penting bagi kehidupan negara. Remittance bisa menjadi sumber pendapatan negara dengan jumlah yang sangat banyak. Hal ini dapat membantu negara-negara tersebut untuk keberlangsungan negara dan pertumbuhan ekonominya. Di beberapa negara, bahkan jumlah remittance yang diterima dapat mencapai sepertiga dari pendapatan kotornya.

Adanya remittance, bagi pengirim dan penerimanya, mampu membuat mereka lebih sadar terhadap fasilitas perbankan. Hal ini akan membuat jumlah pemilik rekening bank meningkat sehingga lebih banyak orang yang memiliki akses terhadap layanan keuangan. Hal ini dipercaya dapat mendukung perkembangan ekonomi di negaranya.

Remittance memang dapat menjadi sumber pendapatan kotor suatu negara. Jumlah yang didapatkan dari remittance memang bervariasi, namun cenderung agak stabil setiap tahunnya.

Di masa-masa krisis atau penurunan perkembangan keekonomian negara, pendapatan dari remittance akan selalu ada dan jumlahnya cukup stabil. Hal ini dikarenakan selalu ada pekerja dari negara tersebut yang bekerja di luar negaranya. Mereka akan terus mengirimkan pendapatannya ke keluarga di negara asalnya.

Dari sudut pandang makroekonomi, memang belum ditemukan korelasi antara remittance dengan produk domestik brutonya. Dampak yang terlihat langsung dari adanya remittance yaitu meningkatnya aktivitas perekonomian di suatu negara tersebut.